SELAMAT DATANG DI AGR Today BAGI YANG INGIN POSTING TULISAN HUBUNGI ADMIN WA: 082262416132

Jumat, 04 September 2015

Alek Gadang, Pilkada Serentak Sumatera Barat

Padang, 04 September 2015. Sumatera Barat menggelar Alek G.adang Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh kedudukan  dan keinginan yang sama untuk memperoleh kemenangan dan mendapatkan jabatan, yakni tempat menyampaikan aspirasi dan keluhan oleh rakyak banyak. Pada dasarnya pemimpin di sebuah instansi pemerintahan itu adalah penyambung lidah dan sambungan tangan oleh masyarakat yang nantinya akan menampung keluh kesah dan aspirasi masyarakat dan rakyat yang banyak. Oleh karena itu masyarakat harus bisa menentukan pilihan siapa pemimpin yang benar-benar mampu dan bisa berbuat serta peduli dan propesional mereka dalam memimpin demi memperjuangkan hak mereka. 
Kita sebagai pemilih harus tau apakah orang yang akan kita pilih memiliki ketokohan dan figur yang sesuai dengan karakter pemimpin tersebut ataukah belum memiliki sama sekali, baik dari segi keilmuan, pengalaman, takah, tokoh, takeh serta patuik jo mungkin dalam berinteraksi dengan masyarakat. Tidak mungkinkan kita memilih calon pemimpin kita seseorang pemabuk, tentu kita harus lihat juga dari segi relegius mereka. 
Kemudian yang tak kala penting  kita harus juga melihat dulu apa tujuan mereka untuk mencalonkan diri untuk menjadi seorang pemimpin, apakah mereka hanya untuk sekedar ikut untuk memenuhi kuoata dalam sebuah partai, atau untuk menambah suara teman dalam pemilihan tersebut, itu semua sudah jelas bukan karena hati kita, hendaknya seorang yang akan memimpin itu harus dari hati nurani  yang paling dalam untuk membawa perubahan dan kesejahteraan kita bersama nanti. 
Hal itu harus sekali diperhatiakn bagi kita pemilih pemula dalam pemilihan nantinya. Ini semua akan berakibat untuk perubahan kita untuk lima tahun kedepan. 
Fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat adanya money politic , karena itu timbul tanda tanya besar. Mungkinkah dengan uang yang dikasih seseorang sekitar lima puluh ribu daja akan menjamin kemajuan negeri kita untuk lima tahun kedepan, tentu tidak bisa. Namun yang menjamin untuk kesejahteraan kita itu adalah orang yang benar-benar berkeinginan dari hati, mempunyai jiwa kepedulian dan prosional dalam kepemimpinannya.
Pada masa sekarang ini mencari seorang pemimpin yang tepat memang tidak gampang. Hal tersebut disebabkan kebanyakan suplay tenaga profesional yang tersedia cenderung kurang siap untuk menjadi pemimpin yang matang. 
Kebanyakan para profesional kita, kalaupun punya pendidikan sangat tinggi sayangnya tidak didukung oleh pengalaman yang cukup. Atau banyak pengalaman namun kurang didukung oleh pendidikan dan wawasan yang luas.
Ketimpangan-ketimpangan tersebut bagi seorang pemimpin perusahaan / organisasi memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap keharmonisan dan kinerja dari perusahaan / organisasi.
Banyak pemimpin instant hasil kolusi dan nepotisme di perusahaan-perusahaan Indonesia yang sangat minim kesiapan namun tetap saja dipakai demi kepentingan politik perusahaan.
Akibatnya, seperti banyak terlihat di negara ini, banyak pemimpin yang malah membawa perusahaannya ke arah keruntuhan dan kebangkrutan dengan menelan banyak korban material bahkan jiwa. 
Meskipun demikian, tetap saja mereka memperkaya diri (tanpa merasa bersalah) dengan aset-aset perusahaan bahkan pinjaman bank yang seharusnya dipakai untuk menyehatkan perusahaan.
Fenomena apakah yang terjadi atas para pemimpin atau pun profesional kita? Apa yang kurang atau belum dimiliki oleh para pemimpin perusahaan atau pun organisasi kita sekarang ini? Apa rahasia keberhasilan para pemimpin yang sukses dalam arti sebenarnya? 
Ada kalimat yang sangat menarik yang dikemukakan oleh Patricia Patton, seorang konsultan profesional sekaligus penulis buku, sebagai berikut: It took a heart, soul and brains to lead a people…..
Dari kalimat tersebut di atas terlihat dengan jelas bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki perasaan, keutuhan jiwa dan kemampuan intelektual. Dengan perkataan lain, “modal” yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tidak hanya intektualitas semata, namun harus didukung oleh kecerdasan emosional (emotional intelligence), komitmen pribadi dan integritas yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan. Seringkali kegagalan dialami karena secara emosional seorang pemimpin tidak mau atau tidak dapat memahami dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga keputusan yang diambil bukanlah a heartfelt decision, yang mempertimbangkan martabat manusia dan menguntungkan perusahaan, melainkan cenderung egois, self-centered yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan kelompok / golongannya sehingga akibatnya adalah seperti yang dialami oleh kebanyakan perusahaan di Indonesia yang high profile but low profit !
Ketika kita memahami pemimpin yang memiliki sifat kepedulian dan profesional yang tinggi dalam bertindak, kita rujuk lagi dalam pendapat Patricia Patton sekali lagi mengemukakan pendapatnya bahwa di masa kini perusahaan tidak hanya membutuhkan pemimpin yang punya kapasitas intelektual. Sebab, yang membuat sukses perusahaan atau organisasi adalah pemimpin yang bisa mendapatkan komitmen dari karyawan, konsumen serta manajemennya. Pemimpin seperti itu adalah mereka yang memahami karyawannya sepenuh hati dan sanggup memacu  karyawannya memenuhi persaingan global.  Singkatnya, pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektual dan emosional.
Daniel Goleman, ahli di bidang EQ, melakukan penelitian tentang tipe-tipe kepemimpinan dan  menemukan ada 6 (enam) tipe kepemimpinan. Penelitian itu membuktikan pengaruh dari masing-masing tipe terhadap iklim kerja perusahaan, kelompok, divisi serta prestasi keuangan perusahaan. Namun hasil penelitian itu juga menunjukkan, hasil kepemimpinan yang terbaik tidak dihasilkan dari satu macam tipe. Yang paling baik justru jika seorang pemimpin  dapat mengkombinasikan beberapa tipe tersebut secara fleksibel dalam suatu waktu tertentu dan yang sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan.
Memang, hanya sedikit jumlah pemimpin yang memiliki enam tipe tersebut dalam diri mereka. Pada umumnya hanya memiliki 2 (dua) atau beberapa saja. Penelitian yang dilakukan terhadap para pemimpin tersebut juga menghasilkan data, bahwa pemimpin yang paling berprestasi ternyata menilai diri mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah dari yang sebenarnya. Pada umumnya mereka menilai bahwa dirinya hanya memiliki satu atau dua kemampuan kecerdasan emosional. Namun yang paling ironi adalah pemimpin yang payah justru menilai diri mereka secara “lebih” berlebihan dengan menganggap bahwa mereka punya 4 (empat) atau lebih kemampuan kecerdasan emosional.
Oleh karena itu, bagi anda yang akan menjadi pemimpin atau minimal memiliki bawahan cobalah untuk mempelajari seperti apa tipe kepemimpinan anda. Selain itu cobalah untuk membuka diri untuk mau mempelajari tipe-tipe kepemimpinan yang lain. Namun sebelum itu,  Anda harus terlebih dahulu memahami kelebihan dan kekurangan anda sehubungan dengan gaya atau tipe kepemimpinan yang akan anda terapkan.
Jangan menyombongkan diri dahulu bahwa Anda seorang pemimpin yang baik. Bukalah mata hati anda lebar-lebar untuk mendengarkan ide, saran, keluhan atau pun pujian dari karyawan, konsumen dan pihak manajemen, sehingga apapun keputusan yang akan anda ambil dapat dipahami oleh semua pihak dan bersifat obyektif. Lakukan juga penilaian terhadap kinerja anda sendiri, apakah penilaian terhadap diri Anda itu benar-benar obyektif.
Kemudian kalau kita lihat seorang pemimpin yang memiliki kepedulian dan propesional yang tinggi itu mereka benar-benar orang-orang yang ingin sekali untuk membawa perubahan dan kesejahteraan terhadap rakyatnya. Semua itu dapat kita lihat ciri-ciri pemimpim tersebut dalam buku "Berbisnis Sukses dengan Allah” karangan Kang Yopi Hendra. Hal. 82 – 92 menjelaskan bahwa : 
Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin?
1.    Berpikirlah tentang visi masa depan. Visi yang terus dibayangkan akan menuntun langkah sehingga kita tidak kehilangan arah.
2.    Luangkanlah waktu untuk merenung dan berpikir.
3.    Seorang pemimpin harus menetapkan target yang akan dicapai pada awal kepemimpinannya.
4.    Pemimpin harus terus melakukan perbaikan, baik terhadap diri maupun organisasinya.
5.    Pemimpin memerlukan kritik dan masukan dari orang lain.
6.    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mensinergikan potensi bawahannya sehingga melahirkan sebuah tim yang solid.
Sifat Pemimpin.
1.    Percaya diri.
2.    Pemimpin adalah orang yang bijaksana, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kepribadian yang matang.
3.    Seorang pemimpin harus memiliki kesabaran.
4.    Pemimpin adalah orang yang ramah.
5.    Seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk menyampaikan maksud dan visinya dengan jelas.
6.    Seorang pemimpin harus memiliki ketegasan dalam bertindak dan memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-citanya.
7.    Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki daya imajinasi tinggi
8.    Seorang pemimpin mencintai setiap orang, terutama bawahannya.
9.    Seorang pemimpin memiliki kepekaan.
10. Seorang pemimpin adalah orang yang banyak berinisiatif daripada bereaksi terhadap kejadian.
11. Selalu mencocokkan kata-kata dengan perbuatannya.
12. Memimpin dengan memberikan suri tauladan.
13. Pemimpin memiliki empati.
14. Pemimpin memiliki keputusan yang mantap.
15. Seorang pemimpin memiliki selera humor.
16. Memiliki rasa keadilan dan kejujuran.
Syarat Jadi Pemimpin.
1.    Seorang pemimpin harus dapat mencintai orang lain.
2.    Seorang pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain.
3.    Terpercaya adalah sifat wajib seorang pemimpin.
4.    Seorang pemimpin yang memiliki kecakapan manajemen akan lebih mudah dalam menjalankan organisasinya.
5.    Seorang pemimpin harus memiliki keahlian yang memadai di salah satu bidang.
6.    Pemimpin harus pandai berhubungan dengan bawahan.
7.    Seorang pemimpin harus ahli dalam berhubungan dengan sesame.
8.    Seorang pemimpin harus yakin dengan prinsipnya, memiliki misi, dan target yang jelas
9.    Seorang pemimpin mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif.
10.  Seorang pemimpin memiliki kemampuan memotivasi dirinya sendiri.
11.  Pemimpin yang berani berbuat melebihi tanggung jawab.
Tips Praktis dalam Memimpin.
1.    Gantilah kalimat perintah dengan kalimat bertanya.
2.    Jangan memarahi karyawan di tempat ramai.
3.    Dengarkanlah usulan dari bawahan.
4.    Penuhilah semua janji.
5.    Memberitahukan kesalahan bawahan dengan efektif.
Penyebab Kegagalan Pemimpin.
Kurang perhatian kepada hal-hal kecil.
1.    Ingin selalu sempurna.
2.    Takut disaingi oleh orang lain.
3.    Kurang kreatif.
4.    Terlalu membanggakan diri.
5.    Tidak setia kepada organisasi dan bawahan.
6.    Terlalu membanggakan jabatannya.
7.    Terjebak dengan klenik.
Coaching (Mendidik Bawahannya).
1.      Mulailah dengan penghargaan yang jujur.
2.      Bicarakanlah sisi kekurangan kita terlebih dahulu.
3.      Doronglah bawahan kita untuk memperbaiki diri dan perlihatkan bahwa kesalahan itu bisa diperbaiki dan diatasi.
Rasanya sudah pantas sekali kalau kita memiih seorang calon pemimpin yang memiliki kriteria-kriteria tersebut, dan kita tidak akan salah lagi dalam memilih calon pemimpin kita, karena kita sudah memiliki patokan yang jelas sesuai dengan misi dan visinya masing-masing.
Rasa curiga yang ada pada kita selama ini tidak akan ada lagi, sebab kalau kita masih ada rasa curiga dan salah maka akan timbul suatu kesalahan yang sangat besar nantinya, dan berakibatkan perubahan untuk 5 tahun yang kita impikan itu tidak akan terwujud.
Apalagi kita berada di wilayah minangkabau, itu harus dipertimbangkan sekali dalam memilih orang yang kita dahulukan salangkah dan kito tinggikan saranting. Karena di minag itu adat basandi syarak syrak basandikan kitabullah. Seorang pemimpin harus bisa menilai dan mebandingkan antara adat dan syarak, harus bisa memilah-milah, mana yang kepentingan agama dan mana pula kepentingan adat yang berlaku dalam masyarakat. Kalau kita lihat dalam pandangan relegiusnya, tidak boleh memanfaatkan agama untuk sebuah kepentingan.
Sebagai pemimpin masyarakat adat Minangkabau sebagian besar berada di propinsi Sumatera Barat kini, sedang menghadapi perubahan besar, sebagai akibat dari proses globalisasi dan dunia informasi. Minangkabau sejak dahulu hingga sekarang, tatanan kehidupan masyarakatnya sangat ideal karena didasari nilai-nilai, norma-norma adat dan agama Islam yang menyeluruh, dalam satu ungkapan adat berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. 
Adat dan syarak di Minangkabau merupakan benteng kehidupan dunia akhirat yang disebutkan dalam petatah adat “kesudahan adat ka balairung, kasudahan syarak ka akhirat.” Mamangan ini menyiratkan teguhnya benteng orang Minangkabau yang terkandung di dalam adat dan kokohnya perisai Islam yang di pagar oleh syarak.
Fenomena sekarang terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar, sementara tatanan baru belum pula terbentuk. Nilai-nilai kehidupan pada mulanya bersifat kebersamaan di masa sekarang agak cendrung bersifat individual. Nilai-nilai kehidupan selama ini tumbuh di nagari, sekarang kecendrungan masyarakat lebih suka hidup di perkotaan.
Pada masa doeloe norma kehidupan berpegang kepada budi dan rasa malu, sekarang cenderung mulai meninggalkan sifat tenggang rasa, dan fenomena seperti itu sering menjadikan adat Minangkabau yang mempunyai banyak sekali nilai-nilai ideal itu, mulai jadi bahan cercaan.
Nilai-nilai universal dalam masyarakat Minangkabau berkaitan dengan nilai-nilai adat dan syarak dapat dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu: (1) nilai-nilai ketuhanan, (2) nilai-nilai kemanusiaan, (3) nilai-nilai persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah / kesatuan dan persatuan, (4) nilai musyawarah dan demokrasi, (5) raso pareso / akhlak / budi pekerti, (6) gotong royong / sosial kemasyarakatan.
Keenam nilai-nilai tersebut sangat dipahami oleh para ninik mamak pemangku adat Minangkabau dan menjadi prilakunya sehari-hari, karena ninik mamak adalah suri teladan bagi anak kemenakannya.
Fenomena terjadi akhir-akhir ini sosok ninik mamak kurang dihargai oleh kemanakannya. Anak kemenakan seolah-olah tidak ambil pusing lagi dengan ninik mamaknya. Terkadang perkataan ninik mamak sering tidak diacuhkan oleh kemanakannya. Bahkan kehadiran ninik mamak di tengah-tengah anak kemanakannya seolah-olah tidak diperlukan lagi.
Untuk memulihkan ini semua tentu kita sudah tentu jawabannya masing-masing, agar negeri kita minang ini bisa kembali normal dan terhindar dari kecurigaan-kecurigaan yang tidak baik ini, salah satu bentuk kepedulian kita adalah memilih pemimpin yang benar-benar tepat dan pemimpin yang benar-benar mampu untuk kita jadikan panutan ke masa depan.
Kapan lagi melakukan perubahan negeri ini, kalau bukan dari sekarang, dan siapa lagi kalau bukan kita semua. Dengan tujuan itulah akan terwujudnya semua impian kita untuk perobahan 5 tahun kedepan.
Calon-calon pemimpin yang memiliki jiwa dan krakter yang dijelaskan di ataslah yang bisa “tetapi janji, lakukan sesuatu menurut patut dan pantas “

Populer

Menjadi Pemimpin Itu MELAYANI bukan untuk mencari Kekuasaan dan Popularitas

Sorang pemimpin yang memiliki misi melayani biasanya memiliki konsep, pemikiran dan solusi untuk memberikan sebuah pelayanan yang profes...