SELAMAT DATANG DI AGR Today BAGI YANG INGIN POSTING TULISAN HUBUNGI ADMIN WA: 082262416132

Jumat, 27 November 2015

IRWAN PRAYITNO TERIMA PENGHARGAAN APPSI

IRWAN PRAYITNO TERIMA PENGHARGAAN APPSI
Oleh: Zamri Yahya

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuk Rajo Bandaro Basa, Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015, menerima penghargaan dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Penghargaan itu diterima Irwan Prayitno pada malam ramah tamah Musyawarah Nasional APPSI di Hotel Clarion, Makassar, Rabu (25/11/2015).

Usai menghadiri jumpa pers di Posko Relawan Irwan Prayitno - Nasrul Abit (IP-NA) di jalan Rotan, GOR H. Agus Salim, Irwan Prayitno langsung menuju Bandara International Minangkabau (BIM) untuk memenuhi undangan APPSI di Makasar. Kepergian Irwan Prayitno ke Makasar ternyata tidak hanya sekedar memenuhi undangan, tetapi ternyata menerima penghargaan pada malam ranah tamah Munas APPSI. Padahal, sebelum berangkat, Irwan Prayitno tidak pernah mengungkapkan dirinya akan menerima penghargaan tersebut.

"Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma´ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (QS. Al Hajj: 40-41).

Pada malam ramah tamah Munas APPSI 2015 tersebut, diserahkan penghargaan kepada 10 orang tokoh APPSI yang danggap punya peranan penting terhadap perkembangan APPSI selama ini. Kesepuluh tokoh tersebut adalah Irwan Prayitno, H. R. Nuriana, Ryaas Rasyid, Irwandi Yusuf, Agustin Teras Narang. Nama lainnya yaitu, Rudy Ariffin, Sinyo Harry Sarundajang, Muchlis Hamdi, Bahtiar Effendy, Oesman Sapta Oddang.

Menurut H. Syahrul Yasin Limpo, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulawesi Selatan, mereka sangat layak menerima penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam pengembangan APPSI. Pemberiaan penghargaan tersebut tertuang dalam surat keputusan Ketua Umum APPSI, tentang pemberian piagam penghargaan kepada pihak yang telah dinyatakan berjasa memajukan APSSI. 

Syahrul Yasin Limpo pun mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan tersebut, sehingga ke depannya diharapkan mereka meningkatkan peranan dalam memajukan APPSI. Sebagai kepala daerah, jelas Syahrul Yasin Limpo, sudah menjadi tugas gubernur untuk memajukan daerah mereka masing-masing dengan mengerahkan semua potensi yang ada. 

Irwan Prayitno ketika penulis hubungi, Kamis (26/11/2015), merasa terharu menerima penghargaan tersebut. Betapa tidak, selama ini dirinya apa yang dia lakukan untuk pengembangan APPSI merupakan tugas sebagai seorang kepala daerah pada waktu itu yang bekerja maksimal bagi pembangunan daerahnya. Dalam catatan penulis, penghargaan ini merupakan yang ke 205 yang diterima Irwan Prayitno atas prestasinya selama menjadi Gubernur Sumatera Barat dan memajukan daerah ini. 

Dikatakan Irwan Prayitno, penghargaan tersebut diterimanya karena selama menjadi Gubernur Sumatera Barat dirinya ikut aktif membantu kepengurusan APPSI dan berkontribusi aktif untuk membangun provinsi dan pemerintahan daerah, baik melalui pemikiran, ide-ide, gagasan-gagasan, dan lain-lain. Pemikiran, ide, dan gagasan Irwan Prayitno selama ini memang diakui berbagai pihak dalam membangun daerah yang dipimpinnya yang dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang dia terima. 

Dan penghargaan yang diraih atas buah kerjanya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merupakan motivasi untuk memajukan daerah ini kedepannya. Apatah lagi, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2015, Irwan Prayitno kembali maju berpasangan dengan Nasrul Abit, mantan Bupati Pesisir Selatan. 

Dalam berbagai kesempatan, pasangan calon nomor urut 2 ini selalu menegaskan bahwa mereka bertekad mewujudkan Sumbar Madani dan Sejehtera untuk lima tahun ke depan. Tentunya, untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak, terutama rakyat Sumatera Barat.

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat." (QS. An-Nisa: 58). 

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Pimpinan Bara Online Media

Sarjana Penggerak Desa Partai (SPD) Gerindra Sumatera Barat



 Photo Bersama dengan TIM DPP Pusat dan Ajudan Bapak 08 di Lapangan Imam Bonjol Padang
dalam Rangka Penyambutan Bapak H. Prabowo Subinto Ke Sumatera Barat.




Menyikapi gegap gempita Pilkada serentak di Sumatera Barat, bukan hanya partai, ternyata Sarjana Penggerak Desa Partai (SPD) Gerindra Sumatera Barat juga melakukan sosialisasi ke semua daerah,dan ikut serta mendampingi semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Partai Gerindra.
 
Kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kinerja partai ke depan, dengan tujuan supaya terwujudnya pilkada serentak di Sumatera Barat aman dan damai.

Dengan adanya acara seperti ini, akan meningkatkan kekuatan Partai Gerindra dan meningkatkan kembali semangat-semangat seluruh kader SPD di Sumatera Barat. Seluruh kader SPD untuk lebih solid lagi, karena pemudalah yang akan menentukan kemajuan Sumatera Barat ke depannya.

 "Mari kita berjuang bersama-sama untuk Sumatera Barat ke depan, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,”

SPD adalah orang-orang yang telah terdidik dan ter uji langsung oleh Lembaga Pelatihan Pusat Kaderisasi Partai Gerindra Pusat, di Hambalang dan langsung dibawah Komando Prabowo Subianto. Ketua Umum Gerindra. SPD merupakan organisasi Partai Gerindra.  (Alhadi)

Rabu, 25 November 2015

Anak Muda Sumpur Kudus Miliki Segudang Karya


Siapa saja boleh meraih keberhasilan, asal mau bekerja keras dan yakin. Begitulah sekiranya apa yang saat ini sedang dijalankan oleh Afri Meldam, putera asli kelahiran Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, anak muda yang begitu mencintai kampung halamannya.

Setidaknya saat ini, ia terbilang cukup berhasil dalam menjalankan karirnya. Saat ini ia bekerja di PT. Garuda Indonesia. Walaupun sibuk mengelilingi dunia, namun ide pemikirannya tetap di curahkan lewat karya-karya tulis yang dia terbitkan.

Baru-baru ini, karyanya muncul kembali, sebuah cerpen anak nagari minang dengan judul ''Hikayat Bujang Jilatang", sudah bisa dinikmati oleh para masyarakat Sumatera Barat khususnya dan tersebar di toko – toko buku yang ada di Indonesia.

Bujang Jilatang adalah kumpulan cerpen yang mengangkat tema seputar kehidupan masyarakat Minang. Menggali mitos-mitos yang terlanjur dianggap sebagai kebenaran dan menyajikan narasi baru sebagai alternatif sudut pandang.


 “Melalui cerita-cerita pendek ini, saya mengajak dunia untuk menyusuri tanah air di pedalaman Ranah Minang, yang masih ditutupi bukit dan lembah-lembah hijau di pinggir kampung, yang masih dialiri sungai bening penuh ikan. Sebagian orang tua di kampung itu begitu merindukan anak-anak mereka yang telah lama pergi merantau,” ujar Afri Meldam, kepada awak redaksi SKR, menceritakan sedikit tentang Bukunya yang berjudul Hikayat Bujang Jilatang, disela – sela kesibukannya di Padang, (4/9). (Alhadi)

Kue Mangkuk Bunda Simpang Kampus IAIN IB Padang



Elvis Eperis adalah pemilik usaha Kue Mangkuk Bunda di Simpang Kampung IAIN Imam Bonjol Padang, berdiri beberapa tahun yang lalu. Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengingat betapa pentingnya melestarikan budaya di Minangkabau, tidak terkecuali penganan tradisionalnya.

Walaupun usaha Elvis masih terbilang sederhana, namun hasilnya cukup menjanjikan dan banyak diminati oleh pembeli serta pesanan-pesanan dari instansi, organisasi, sekolah maupun mahasiswa.

Dalam pembuatan kue mangkuk ini, Elvis menyediakan bahan dari gula aren asli, tepung, kelapa, daun pandan untuk pewangi masakan serta bahan lain yang dirasa perlu secukupnya. Kuek Mangkuk Bunda disajikan dengan berbagai macam rasa, sesuai keinginan pembeli. Kue mangkuknya itu, sangat mudah dibuat dan sangat laris dalam penjualan, hargapun sangat terjangkau.

“Walapun harga bahan pokok saat sekarang melambung tinggi, namun kami dari pengusaha Kue Mangkuk tidak menambah tarif jual dari usaha kami. Harga masih tetap dan kemasan juga masih seperti biasa, karena kepuasan pelanggan yang kami utamakan,” ungkapnya.

“Harga dalam satu buah kue mulai dari Rp. 700, misalkan dalam satu kotak berisi 10 buah, maka total harga satuk kotak tersebut adalah Rp. 7000. Seandainya terjual dalam satu hari laku sebanyak 70 kotak berarti omsetnya senilai Rp. 490.000 dalam satu hari, itu dalam bentuk contoh perkaliannya. Bisa jadi lebih dan bisa jadi berkurang, tergantung dari kunjungan para pembeli,” jelas Elvis.

“Kenapa cepat habis? kami menjual tidak terlalu mahal dan dari segi rasa, Alhamdulillah belum ada yang kecewa dengan Kue mangkuk yang kami jual dan kemasan tersusun rapi supaya bisa tahan lama,” bebernya lagi.

Dengan adanya usaha tersebut, Elvis sangat terbantu sekali. Bahkan meringankan kehidupan di dalam keluarga, biaya sekolah anak, rumah dan keperluan lainnya. Iapun tidak perlu mikir-mikir lagi untuk membeli apa yang diinginkan, dengan penghasilan yang dirasa sangat cukup itu, dari penjualan kue mangkuk.

Usaha sederhana ini, tentunya dapat menjadi contoh bagi ibu rumah tangga dan yang lainnya, sebagai alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Selain memmpertahankan kuliner khas Minangkabau, ternyata yang masih rindu dan hobby dengan penganan asli daerah minang masih banyak.


“Walupun demikian, saya berharap pemerintah agar bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada anak-anak muda di minang ini, supaya bisa melestarikan makanan khas kita masing-masing,” harapan Elvis, kepada pemerintahnya. (Alhadi)

PONDOK LOMPONG SAGU PIT NONO



Lompong Sagu adalah juga salah satu makanan khas Minangkabau, yang telah dikenal oleh banyak orang dari zaman dahulu hingga sekarang, namun di Sumatera Barat ini tidak semua orang melestarikan makanan khas tersebut.

Pak Nono misalnya, ia adalah salah seorang pemilik usaha lompong Sagu yang berada di Jalan  Ampang Timur, sudah cukup lama menjalankan usaha tersebut. Kepada SKR disampaikannya, tujuan ia untuk melestarikan makanan khas Minang ini, supaya lebih dikenal oleh semua kalangan masyarakat yang ada di Sumatera Barat dan seluruh Indonesia umumnya, sebuah tujuan yang mulia.

“Usaha ini kami jalankan diwaktu jalan raya Ampang ini masih jalan tanah, masih kecil dan belum diaspal seperti ini. Alhamdulillah berkat usaha, sabar dan doa kami bisa bertahan dan melanjutkan makanan khas Minang sampai sekarang ini,” ungkap Nono, lelaki paruh abad itu.

Berkat kesabaran dalam menjalankan usahanya tersebut hingga sekarang, usahanya itu telah banyak dikunjungi oleh pembeli dan juga banyaknya pesanan dalam jumlah yang lumayan. Pembelinya beragam, mulai dari kalangan bawah maupun sampai kekalangan masyarakat atas.

Jika ditelisik sejarah dan perjalanannya, penganan lompong sagu ini telah sampai di beberapa daerah dan kota besar yang ada di Indoneia, malah sampai keluar daerah lainnya, seperti: Batam, Pekanbaru, Bandung, Jakarta dan Malaysia (luar Indonesia).

“Orang-orang berkunjung untuk membeli dari pagi sampai pada malam harinya, apalagi disaat hari libur atau sabtu minggupun berantrian untuk menunggu giliran pesanannya. Karena saking ramainya, saya hati – hati dengan stok bahan, agar tidak kehabisan. Seandainya stok barang ini tidak cukup, maka pelanggan akan kecewa,” ujarnya.

Dari perjalanan usahanya, Nono juga sudah memiliki beberapa cabang usahanya yang tersebar  di beberapa daerah di Sumatera Barat. Malah banyak pula bekas dari karyawannya yang telah mandiri atas didikan Nono.

“Di didik sambil bekerja, setelah dirasa paham dan mengerti dengan usaha lompong sagu ini, maka saya-pun menganjurkan mereka untuk buka usaha sendiri. Tujuannya jelas, supaya mereka bisa berkarir dan hidup mandiri untuk membantu keluarga masing-masing,” imbuh Nono, lagi.

“Untuk memiliki usaha ini sebenarnya tidak sulit, bahkan mudah dilaksanakan oleh masyarakat dan tidak mengeluarkan modal begitu banyak dan harga jualpun terjangkau oleh semuga kalangan. Bahan-bahan yang saya siapkan untuk membuat usaha ini cukup sederhana saja, seperti:  Alat pembakar Sabuik Karambia, Sagu, Pisang, Karambia Mudo, Gula Aren dan bumbu-bumbu lain yang dirasa perlu, dan tidak lupa untuk pembungkus nya dengan daun pisang,” jelasnya.

Di samping lompong sagu, Nono juga menyediakan makanan lain dan oleh-oleh khas Minang. Seperti; : Palai Balado, Palai Ikan Asin/Pepes, Lapek Sagu Pisang, Rakik Maco, dan Palai Kacang.


Harapannya, “para generasi muda khususnya di Sumatera Barat untuk selalu semangat dan tetap menggali kembali tradisi-tradisi dan makanan khas yang ada di Minangkabau, agar jangan sampai hilang ditelan masa, karena potensi bisnis dari makanan khas ini sangat memiliki peluang besar ke depan,” harap Nono. (Alhadi)

Sukses Mengantarkan Kedua Orang Tua Ke Tanah Suci Melalui Arminareka


BANYAK orang yang mengira naik haji atau ke tanah suci Mekkah itu adalah sesuatu yang susah dan berbiaya besar. Namun faktanya, tidak sedikit pula yang sudah berhasil menjalankan rukun Islam terkahir itu. Tri Putra Yahdicalloh, contohnya, iapun dengan usia yang masih muda, sudah mampu mengantarkan umroh kedua orang tuanya ke tanah suci Mekkah.

Ternyata, ia bergabung bersama Arminareka, awal Desember 2013 yang lalu. dengan niat umroh dan mengumbrahkan orang tua, dengan memiliki semangat yang tinggi dia selalau bergerak dan terus syiar akhirnya tujuan yang inginkan bisa terwujudkan.

Kepada SKR Putra mengatakan, “Sekarang saya memiliki total jamaah lebih kurang dari 2000 orang di seluruh indonesia, orang pertama dari sumbar dan termuda dalam sejarah Arminareka dengan incam selama 2 tahun 400 juta dan umbroh gratis serta mengumbrohkan orang tua, jatuh kepada saya,” ulasnya.

“Arminareka mempunyai solusi untuk memberangktan jamaah dengan modal utamanya adalah usaha dan doa, awalnya saya ragu bahkan takut ditipu tapi, karena kekuatan doa mengalahkan semuanya,”  imbuhnya.

Tak ada yang bisa menebak jalan hidup seseorang. Begitu juga dengan pengalaman hidup yang dilalui Tri Putra Yahdicalloh yang sebelumnya hanya seorang mahasiswa disalah satu PTS di Kota Padang, itu.

“Saat itu kondisi saya terpuruk, karena saya masih kuliah, di tengah keterpurukan itulah Tri Putra Yahdicalloh mampu bangkit kembali setelah bertobat Nasuha dan bertemu dengan program solusi Arminareka Perdana dari sebuah tabloid Wirausaha,” ulasnya, menceritakan awal ia mengenal Arminareka.

Dulunya, ia adalah salah seroang yang termasuk anti dengan bisnis jaringan, akhirnya jatuh cinta dengan menjalankan bisnis dan memfasilitasi banyak orang menuju Baitullah, lewat Arminareka.

Keyakinan dan semangat untuk merubah pandangan kehidupan beserta semangat ibadah pula, ia akhirnya menjadi salah satu orang termuda di Sumatera Barat peraih reward tahunan terbesar dengan pencapaian 2000  jamaah dengan penghasilan yang luar biasa, untuk seusianya.

“Alhamdulillah, melalui bisnis ini saya bisa menghasilkan 400 juta dalam jangka waktu yang pendek. Sudah bisa membayar dan mencicil utang saya. Yang membuat saya bahagia sekali bisa memberangkatkan umrah kedua orang tua,” ujarnya kepada SKR.

“Arminareka Perdana bukan hanya memberi solusi pada seseorang yang punya keinginan untuk pergi ke Tanah Suci, tapi juga memberi jawaban perubahan dalam hal materi. Saat ini saya rutin mengadakan seminar The Miracle of Baitullah. Mempunyai niat yang tulus pada orang itulah kunci berhasil, siap gagal tapi yakin suatu saat pasti berhasil. Kemudian ulet serta sikap rendah hati untuk selalu belajar pada orang - orang sukses,” ulasnya lagi.

Menurut Putera, dalam sebuah perjuangan, kerikil tajam tentu selalu mengiringi langkah kita. Memang tidak mudah untuk mengajak kebaikan, “qul al haq walau kana murron”  yang artinya; sampaikanlah kebenaran itu, walau sekalipun pahit.

Langkah awal yang dilakukannya adalah mempelajari sistem bisnis yang di presentasikan oleh leader sukses lalu mengadopsi cara kerja para leader peraih reward tahunan dan selajutnya memborong alat bantu pemasaran seperti brosur, majalah, DVD untuk disebar ke teman, tetangga, masjid, gedung perkantoran dan pusat keramaian. Selain itu, juga aktif door to door, yang penting terus berupaya karena bersyiar itu tidak mengenal tempat dan waktu.

“Orang yang gagal itu karena berhenti terlalu cepat,” tegasnya.

“Obsesi terdekat saya adalah menggerakan program umroh sedekah untuk semua golongan, terutama masyarakat yang memiliki niat untuk menuju Baitullah,” harapnya.

“Kita bergabung disini bukan muluk-muluk, tetapi melalui sebuah visi dan misi yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW: Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barang siapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu .(HR Muslim),” ucapnya.

Tujuan dirinya selalu bersemangat di Arminareka adalah; pertama mengajak masyarakat untuk ibadah ke Tanah Suci. Berangkat ibadah dengan Arminareka Perdana dimana bila berangkat dengan mengajak sekeluarga atau rombongan akan mendapat Diskon dan juga mendapat tambahan pahala.

Kedua, meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat. Menambah income keluarga dan mendapatkan biaya tambahan untuk keluarga dengan membantu orang lain untuk bisa berangkat ke tanah suci, khusus calon jama’ah yang tidak mampu dan membantu masjid, pesantren, yayasan anak yatim atau siapa saja yang akan anda niatkan untuk dibantu.

Ketiga, menjadi tambahan pahala anda dan rejeki  akan bertambah. Kemudian, keempat, Memberikan SOLUSI. Beribadah di tanah suci adalah dambaan setiap muslim, selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, juga merupakan tempat terbaik untuk beribadah dengan segala keutamaannya, maka dalam hal ini PT Arminareka Perdana mengajak masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah di tanah suci dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan, mulai dari kemudahan dalam membayar DP, dan juga kemudahan dalam cara pelunasannya.

PT Arminareka Perdana, juga memberikan program solusi berupa hak usaha kepada setiap calon jama’ahnya. Calon jama’ah diberi hak untuk mereferensikan keluarga, teman dan orang lain untuk bergabung menjadi calon jama’ah di PT Arminareka Perdana sehingga calon jama’ah tersebut memiliki sumber penghasilan tambahan. Tentunya, dengan menerapkan sikap saling membantu dan saling bekerjasama antar sesama calon jama’ah,Insya Allah semakin banyak yang bisa menunaikan ibadah di tanah suci.


Untuk mengetahui bagaimana Putera menjalankan bisnisnya di arminareka, pembaca SKR yang budiman, bisa menghubungi; Contac person Tri Putra Yahdicalloh di nomor (081363864642), atau datang langsung kealamatnya di Jalan Berok Rakik No.4 Siteba Padang.

Selasa, 24 November 2015

Prabowo Yakin 5 Tahun Mendatang Sumbar Jadi Teladan Bagi Indonesia


Prabowo Subianto bersama pasangan cagub Sumbar Irwan Prayitno dan Nasrul Abit di atas panggung saat menyampaikan orasi politik di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Ahad, (22/11)

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, semakin tinggi jabatan yang diemban seseorang, maka semakin keras pula kerja dan perjuangannya untuk rakyat. Itu dilakukan agar rakyat yang dipimpinnya senang dan bisa tersenyum.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berorasi pada kampanye akbar pasangan calon gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Ahad, (22/11).
“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan, termasuk amanah memimpin Sumatera Barat. Saya yakin pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit akan mampu menjalankan amanah yang diberikan kepada untuk memimpin dan membangun Ranah Minang ini. Dan, saya juga yakin dalam lima tahun ke depan Sumbar akan menjadi teladan bagi Indonesia,” ujarnya.
Dihadapan puluhan ribu massa yang memadati lapangan Imam Bonjol tersebut, Prabowo mengatakan, berpolitik bukan untuk mencari kekuasaan dan memperkaya diri. Tetapi, berpolitik adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
Karena itu, lanjutnya, tugas seorang pemimpin adalah membuat orang kecil tersenyum gembira, membuat harga kebutuhan bahan pokok murah, pendidikan murah, dan berobat bisa terjangkau, pendidikan murah.
“Kalau orang kecil sudah tersenyum, pemimpin agak sedikit ringan kerjanya. Tetapi, sebelum itu tercapai, maka pemimpin harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

http://www.wartapayakumbuh.com/prabowo-yakin-5-tahun-mendatang-sumbar-jadi-teladan-bagi-indonesia/




Populer

Menjadi Pemimpin Itu MELAYANI bukan untuk mencari Kekuasaan dan Popularitas

Sorang pemimpin yang memiliki misi melayani biasanya memiliki konsep, pemikiran dan solusi untuk memberikan sebuah pelayanan yang profes...