SELAMAT DATANG DI AGR Today BAGI YANG INGIN POSTING TULISAN HUBUNGI ADMIN WA: 082262416132

Selasa, 22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu : Thank you Mom! And wish you a Very Happy Mother’s Day

Keajaiban dalam hidup, adalah terlahir dari rahim seorang wanita 
yang telah memberikan cinta dan pengorbanan. 
Aku ingin mengambil satu kesempatan di hari ini, 
Untuk mengucapkan terima kasih 
Atas semua yang telah kau lakukan untuk hidupku.

Tak banyak yang bisa aku tulis.. 
Hanya doa dan doa untuk Ibu. 
Tidak hanya di hari ini., aku terus.. terus dan terus
Selalu... Menyayangi Ibu....Ibu...Ibu... 
Dan juga Bapak.

Thank you Mom! And wish you a Very Happy Mother’s Day

 
 Sebuah lagu untuk Ibu,

--Iwan Fals--
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu.... 


 

p4r3w4 PhotoGraph Hadir dengan Tema "Satu Jepretan Seribu Kenangan"

p4r3w4 PhotoGraph akan mengabadikan moment anda dalam bingkai kenangan, tentunya dengan harga bersaing dan kwalitas terbaik. Kami hadir dengan moto "Satu Jepretan Seribu Kenangan" bagi yang berminat hubungi kami di 085272460383 atau pin BBM 54137794

Beberapa Hasil Koleksi yang Kami Tampilkan di Sini, Selamat Menikmati:























Kamis, 17 Desember 2015

Jorong Rumbai, Nasib Mu....!!!!


Sijunjung - Jorong Rumbai, terletak di Nagari Sisawah Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, belum semua tersen­tuh oleh manisnya pembangunan. Beragam suka cita terpendam di daerah terisolir itu.

Bagi warga setempat, aspal, mobil dan sinyal handphone seperti barang langka yang sulit didapatkan. Akses ke kampung ini hanya jalan tanah, naik turun bukit, keluar masuk hutan. Untuk masuk ke daerah tersebut bisa dari Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII. Dengan waktu 4 Jam jarak tempuh perja­lanan. Berjalan menggunakan kendaraan roda dua, menyusuri aliran Sungai Batang Sumpur, sehingga bisa tiba di nagari Sisawah kemudian baru sampai di Jorong Rumbai.

Sehari – hari, suasana di Jorong Rumbai pada pukul 11.30 Wib, terasa sangat sepi.  Tidak ada yang berkeliaran di kampung itu. Di bagian utara, sebuah Mushalla tua yang dindingnya terbuat dari kayu, seperti menjadi kekuatan bagi warga untuk bertahan dalam rimba tersebut. Surau Muhtar Syiddin namanya, meski  sudah tua dan dimakan rayap, masyarakat kadang menjadikan tempat ibadah itu untuk bersosialisasi memupuk silaturrahim.

Warga disana memiliki ikatan kekeluargaan yang baik, sopan santun terhadap tamu dengan senyum sapa dan muka yang cerah.

Walaupun jalan tanah yang kini menjadi jalan utama warga Jorong Rumbai, yang dibuka oleh Bupati Sijunjung beberapa tahun lalu, sampai sekarang belum tersentuh oleh proyek pembangunan jalan aspal. Kondisi itu sangat memprihatikan, apalagi dalam kondisi hujan, medan jalan akan sulit dilewati karena berlumpur.

Kesulitan akses jalan, ternyata berdampak pula pada ekonomi, yakni harga barang – barang disana terutama kebutuhan sehari – hari, bahan bakar motor (BBM.red), semen dan lainnya, terbilang cukup mahal, wajar saja jarak tempuhnya yang jahu akan memakan biaya distribusi yang besar pula.

Sehingga untuk rumah saja, karena semen yang mahal sebagai bahan dasarnya, tidak sedikit akhirnya masyarakat hanya mampu membangun rumah kayu dan tidak seperti rumah mewah lainnya, yang ada di muaro sijunjung.

Soal pendapatan, rata – rata masyarakat disana berprofesi sebagai petani, bekerja di kebun orang lain, walaupun ada juga yang memiliki lahan peladangan, namun jumlahnya tak banyak dan juga tidak luas. Kalau yang punya ladang, hasilnya paling tidak hanya cukup untuk hidup sehari-hari, itupun kalau hasil ladangnya baik.

Dengan kondisi mata pencarian seperti itu, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja rasanya tidak cukup. Maka, ada juga penduduk setempat yang menjadi pemikat burung atau penangkap burung ke rimba. Burung hasil tangkapan itu kemudian  dijual kepada orang-orang yang memiliki hoby memelihara burung.

Kalau kita berjalan ke kampung itu pada siang hari, serasa seperti mati suasana. Semua penghuni pergi bekerja, lokasinya ke dalam rimba dan jauh.

Namun masyarakat Jorong Rumbai belum putus asa dan berharap perhatian serius dari pemerintah. Agar bersedia mengarahkan pembangunan, ke daerah mereka itu. Apalagi, Jika kendala akses jalan ini tidak mendapat solusi, maka tidak sedikit pula generasi disana diprediksi selalu kesulitan untuk mengecap pendidikan hingga tamat SMA saja. Sebab lokasi sekolah, cukup jauh untuk ditempuh.

Akhirnya, karena sulitnya akses, dan sulitnya kehidupan, banyak anak-anak putus sekolah dan kebanyakan pendidikan tertinggi disana hanya SMP. Umumnya anak – anak disana membantu orang tua mereka bekerja ke ladang. Untuk membantu kehidupan keluarganya.

Belum lagi kebutuhan akan air bersih. Barang yang satu itu juga termasuk list kebutuhan yang termasuk langka. Sebab selama ini, masyarakat sebagian besar hanya bergantung dari satu pincuran mata air yang aliran sangat kecil sekali.


Jika dibungkus menjadi satu, selain yang disebutkan tersebut, seperti listrik, jaringan internet dan kebutuhan pendukung lainnya. Disana, di Jorong Rumbai adalah harapan ‘asa’ yang kini masih mengurai rasa hampa. Semoga Pemerintah Kabupaten Sijunjung membaca kondisi ini dan cepat – cepat menyikapinya, sehingga tidak ada lagi Jorong Rumbai yang tidak tersentuh nikmatnya Kemerdekaan Republik Indonesia. (Alhadi).

Jumat, 27 November 2015

IRWAN PRAYITNO TERIMA PENGHARGAAN APPSI

IRWAN PRAYITNO TERIMA PENGHARGAAN APPSI
Oleh: Zamri Yahya

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuk Rajo Bandaro Basa, Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015, menerima penghargaan dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Penghargaan itu diterima Irwan Prayitno pada malam ramah tamah Musyawarah Nasional APPSI di Hotel Clarion, Makassar, Rabu (25/11/2015).

Usai menghadiri jumpa pers di Posko Relawan Irwan Prayitno - Nasrul Abit (IP-NA) di jalan Rotan, GOR H. Agus Salim, Irwan Prayitno langsung menuju Bandara International Minangkabau (BIM) untuk memenuhi undangan APPSI di Makasar. Kepergian Irwan Prayitno ke Makasar ternyata tidak hanya sekedar memenuhi undangan, tetapi ternyata menerima penghargaan pada malam ranah tamah Munas APPSI. Padahal, sebelum berangkat, Irwan Prayitno tidak pernah mengungkapkan dirinya akan menerima penghargaan tersebut.

"Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma´ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (QS. Al Hajj: 40-41).

Pada malam ramah tamah Munas APPSI 2015 tersebut, diserahkan penghargaan kepada 10 orang tokoh APPSI yang danggap punya peranan penting terhadap perkembangan APPSI selama ini. Kesepuluh tokoh tersebut adalah Irwan Prayitno, H. R. Nuriana, Ryaas Rasyid, Irwandi Yusuf, Agustin Teras Narang. Nama lainnya yaitu, Rudy Ariffin, Sinyo Harry Sarundajang, Muchlis Hamdi, Bahtiar Effendy, Oesman Sapta Oddang.

Menurut H. Syahrul Yasin Limpo, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulawesi Selatan, mereka sangat layak menerima penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam pengembangan APPSI. Pemberiaan penghargaan tersebut tertuang dalam surat keputusan Ketua Umum APPSI, tentang pemberian piagam penghargaan kepada pihak yang telah dinyatakan berjasa memajukan APSSI. 

Syahrul Yasin Limpo pun mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan tersebut, sehingga ke depannya diharapkan mereka meningkatkan peranan dalam memajukan APPSI. Sebagai kepala daerah, jelas Syahrul Yasin Limpo, sudah menjadi tugas gubernur untuk memajukan daerah mereka masing-masing dengan mengerahkan semua potensi yang ada. 

Irwan Prayitno ketika penulis hubungi, Kamis (26/11/2015), merasa terharu menerima penghargaan tersebut. Betapa tidak, selama ini dirinya apa yang dia lakukan untuk pengembangan APPSI merupakan tugas sebagai seorang kepala daerah pada waktu itu yang bekerja maksimal bagi pembangunan daerahnya. Dalam catatan penulis, penghargaan ini merupakan yang ke 205 yang diterima Irwan Prayitno atas prestasinya selama menjadi Gubernur Sumatera Barat dan memajukan daerah ini. 

Dikatakan Irwan Prayitno, penghargaan tersebut diterimanya karena selama menjadi Gubernur Sumatera Barat dirinya ikut aktif membantu kepengurusan APPSI dan berkontribusi aktif untuk membangun provinsi dan pemerintahan daerah, baik melalui pemikiran, ide-ide, gagasan-gagasan, dan lain-lain. Pemikiran, ide, dan gagasan Irwan Prayitno selama ini memang diakui berbagai pihak dalam membangun daerah yang dipimpinnya yang dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang dia terima. 

Dan penghargaan yang diraih atas buah kerjanya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merupakan motivasi untuk memajukan daerah ini kedepannya. Apatah lagi, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2015, Irwan Prayitno kembali maju berpasangan dengan Nasrul Abit, mantan Bupati Pesisir Selatan. 

Dalam berbagai kesempatan, pasangan calon nomor urut 2 ini selalu menegaskan bahwa mereka bertekad mewujudkan Sumbar Madani dan Sejehtera untuk lima tahun ke depan. Tentunya, untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak, terutama rakyat Sumatera Barat.

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat." (QS. An-Nisa: 58). 

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Pimpinan Bara Online Media

Sarjana Penggerak Desa Partai (SPD) Gerindra Sumatera Barat



 Photo Bersama dengan TIM DPP Pusat dan Ajudan Bapak 08 di Lapangan Imam Bonjol Padang
dalam Rangka Penyambutan Bapak H. Prabowo Subinto Ke Sumatera Barat.




Menyikapi gegap gempita Pilkada serentak di Sumatera Barat, bukan hanya partai, ternyata Sarjana Penggerak Desa Partai (SPD) Gerindra Sumatera Barat juga melakukan sosialisasi ke semua daerah,dan ikut serta mendampingi semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Partai Gerindra.
 
Kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kinerja partai ke depan, dengan tujuan supaya terwujudnya pilkada serentak di Sumatera Barat aman dan damai.

Dengan adanya acara seperti ini, akan meningkatkan kekuatan Partai Gerindra dan meningkatkan kembali semangat-semangat seluruh kader SPD di Sumatera Barat. Seluruh kader SPD untuk lebih solid lagi, karena pemudalah yang akan menentukan kemajuan Sumatera Barat ke depannya.

 "Mari kita berjuang bersama-sama untuk Sumatera Barat ke depan, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,”

SPD adalah orang-orang yang telah terdidik dan ter uji langsung oleh Lembaga Pelatihan Pusat Kaderisasi Partai Gerindra Pusat, di Hambalang dan langsung dibawah Komando Prabowo Subianto. Ketua Umum Gerindra. SPD merupakan organisasi Partai Gerindra.  (Alhadi)

Rabu, 25 November 2015

Anak Muda Sumpur Kudus Miliki Segudang Karya


Siapa saja boleh meraih keberhasilan, asal mau bekerja keras dan yakin. Begitulah sekiranya apa yang saat ini sedang dijalankan oleh Afri Meldam, putera asli kelahiran Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, anak muda yang begitu mencintai kampung halamannya.

Setidaknya saat ini, ia terbilang cukup berhasil dalam menjalankan karirnya. Saat ini ia bekerja di PT. Garuda Indonesia. Walaupun sibuk mengelilingi dunia, namun ide pemikirannya tetap di curahkan lewat karya-karya tulis yang dia terbitkan.

Baru-baru ini, karyanya muncul kembali, sebuah cerpen anak nagari minang dengan judul ''Hikayat Bujang Jilatang", sudah bisa dinikmati oleh para masyarakat Sumatera Barat khususnya dan tersebar di toko – toko buku yang ada di Indonesia.

Bujang Jilatang adalah kumpulan cerpen yang mengangkat tema seputar kehidupan masyarakat Minang. Menggali mitos-mitos yang terlanjur dianggap sebagai kebenaran dan menyajikan narasi baru sebagai alternatif sudut pandang.


 “Melalui cerita-cerita pendek ini, saya mengajak dunia untuk menyusuri tanah air di pedalaman Ranah Minang, yang masih ditutupi bukit dan lembah-lembah hijau di pinggir kampung, yang masih dialiri sungai bening penuh ikan. Sebagian orang tua di kampung itu begitu merindukan anak-anak mereka yang telah lama pergi merantau,” ujar Afri Meldam, kepada awak redaksi SKR, menceritakan sedikit tentang Bukunya yang berjudul Hikayat Bujang Jilatang, disela – sela kesibukannya di Padang, (4/9). (Alhadi)

Kue Mangkuk Bunda Simpang Kampus IAIN IB Padang



Elvis Eperis adalah pemilik usaha Kue Mangkuk Bunda di Simpang Kampung IAIN Imam Bonjol Padang, berdiri beberapa tahun yang lalu. Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengingat betapa pentingnya melestarikan budaya di Minangkabau, tidak terkecuali penganan tradisionalnya.

Walaupun usaha Elvis masih terbilang sederhana, namun hasilnya cukup menjanjikan dan banyak diminati oleh pembeli serta pesanan-pesanan dari instansi, organisasi, sekolah maupun mahasiswa.

Dalam pembuatan kue mangkuk ini, Elvis menyediakan bahan dari gula aren asli, tepung, kelapa, daun pandan untuk pewangi masakan serta bahan lain yang dirasa perlu secukupnya. Kuek Mangkuk Bunda disajikan dengan berbagai macam rasa, sesuai keinginan pembeli. Kue mangkuknya itu, sangat mudah dibuat dan sangat laris dalam penjualan, hargapun sangat terjangkau.

“Walapun harga bahan pokok saat sekarang melambung tinggi, namun kami dari pengusaha Kue Mangkuk tidak menambah tarif jual dari usaha kami. Harga masih tetap dan kemasan juga masih seperti biasa, karena kepuasan pelanggan yang kami utamakan,” ungkapnya.

“Harga dalam satu buah kue mulai dari Rp. 700, misalkan dalam satu kotak berisi 10 buah, maka total harga satuk kotak tersebut adalah Rp. 7000. Seandainya terjual dalam satu hari laku sebanyak 70 kotak berarti omsetnya senilai Rp. 490.000 dalam satu hari, itu dalam bentuk contoh perkaliannya. Bisa jadi lebih dan bisa jadi berkurang, tergantung dari kunjungan para pembeli,” jelas Elvis.

“Kenapa cepat habis? kami menjual tidak terlalu mahal dan dari segi rasa, Alhamdulillah belum ada yang kecewa dengan Kue mangkuk yang kami jual dan kemasan tersusun rapi supaya bisa tahan lama,” bebernya lagi.

Dengan adanya usaha tersebut, Elvis sangat terbantu sekali. Bahkan meringankan kehidupan di dalam keluarga, biaya sekolah anak, rumah dan keperluan lainnya. Iapun tidak perlu mikir-mikir lagi untuk membeli apa yang diinginkan, dengan penghasilan yang dirasa sangat cukup itu, dari penjualan kue mangkuk.

Usaha sederhana ini, tentunya dapat menjadi contoh bagi ibu rumah tangga dan yang lainnya, sebagai alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Selain memmpertahankan kuliner khas Minangkabau, ternyata yang masih rindu dan hobby dengan penganan asli daerah minang masih banyak.


“Walupun demikian, saya berharap pemerintah agar bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada anak-anak muda di minang ini, supaya bisa melestarikan makanan khas kita masing-masing,” harapan Elvis, kepada pemerintahnya. (Alhadi)

PONDOK LOMPONG SAGU PIT NONO



Lompong Sagu adalah juga salah satu makanan khas Minangkabau, yang telah dikenal oleh banyak orang dari zaman dahulu hingga sekarang, namun di Sumatera Barat ini tidak semua orang melestarikan makanan khas tersebut.

Pak Nono misalnya, ia adalah salah seorang pemilik usaha lompong Sagu yang berada di Jalan  Ampang Timur, sudah cukup lama menjalankan usaha tersebut. Kepada SKR disampaikannya, tujuan ia untuk melestarikan makanan khas Minang ini, supaya lebih dikenal oleh semua kalangan masyarakat yang ada di Sumatera Barat dan seluruh Indonesia umumnya, sebuah tujuan yang mulia.

“Usaha ini kami jalankan diwaktu jalan raya Ampang ini masih jalan tanah, masih kecil dan belum diaspal seperti ini. Alhamdulillah berkat usaha, sabar dan doa kami bisa bertahan dan melanjutkan makanan khas Minang sampai sekarang ini,” ungkap Nono, lelaki paruh abad itu.

Berkat kesabaran dalam menjalankan usahanya tersebut hingga sekarang, usahanya itu telah banyak dikunjungi oleh pembeli dan juga banyaknya pesanan dalam jumlah yang lumayan. Pembelinya beragam, mulai dari kalangan bawah maupun sampai kekalangan masyarakat atas.

Jika ditelisik sejarah dan perjalanannya, penganan lompong sagu ini telah sampai di beberapa daerah dan kota besar yang ada di Indoneia, malah sampai keluar daerah lainnya, seperti: Batam, Pekanbaru, Bandung, Jakarta dan Malaysia (luar Indonesia).

“Orang-orang berkunjung untuk membeli dari pagi sampai pada malam harinya, apalagi disaat hari libur atau sabtu minggupun berantrian untuk menunggu giliran pesanannya. Karena saking ramainya, saya hati – hati dengan stok bahan, agar tidak kehabisan. Seandainya stok barang ini tidak cukup, maka pelanggan akan kecewa,” ujarnya.

Dari perjalanan usahanya, Nono juga sudah memiliki beberapa cabang usahanya yang tersebar  di beberapa daerah di Sumatera Barat. Malah banyak pula bekas dari karyawannya yang telah mandiri atas didikan Nono.

“Di didik sambil bekerja, setelah dirasa paham dan mengerti dengan usaha lompong sagu ini, maka saya-pun menganjurkan mereka untuk buka usaha sendiri. Tujuannya jelas, supaya mereka bisa berkarir dan hidup mandiri untuk membantu keluarga masing-masing,” imbuh Nono, lagi.

“Untuk memiliki usaha ini sebenarnya tidak sulit, bahkan mudah dilaksanakan oleh masyarakat dan tidak mengeluarkan modal begitu banyak dan harga jualpun terjangkau oleh semuga kalangan. Bahan-bahan yang saya siapkan untuk membuat usaha ini cukup sederhana saja, seperti:  Alat pembakar Sabuik Karambia, Sagu, Pisang, Karambia Mudo, Gula Aren dan bumbu-bumbu lain yang dirasa perlu, dan tidak lupa untuk pembungkus nya dengan daun pisang,” jelasnya.

Di samping lompong sagu, Nono juga menyediakan makanan lain dan oleh-oleh khas Minang. Seperti; : Palai Balado, Palai Ikan Asin/Pepes, Lapek Sagu Pisang, Rakik Maco, dan Palai Kacang.


Harapannya, “para generasi muda khususnya di Sumatera Barat untuk selalu semangat dan tetap menggali kembali tradisi-tradisi dan makanan khas yang ada di Minangkabau, agar jangan sampai hilang ditelan masa, karena potensi bisnis dari makanan khas ini sangat memiliki peluang besar ke depan,” harap Nono. (Alhadi)

Sukses Mengantarkan Kedua Orang Tua Ke Tanah Suci Melalui Arminareka


BANYAK orang yang mengira naik haji atau ke tanah suci Mekkah itu adalah sesuatu yang susah dan berbiaya besar. Namun faktanya, tidak sedikit pula yang sudah berhasil menjalankan rukun Islam terkahir itu. Tri Putra Yahdicalloh, contohnya, iapun dengan usia yang masih muda, sudah mampu mengantarkan umroh kedua orang tuanya ke tanah suci Mekkah.

Ternyata, ia bergabung bersama Arminareka, awal Desember 2013 yang lalu. dengan niat umroh dan mengumbrahkan orang tua, dengan memiliki semangat yang tinggi dia selalau bergerak dan terus syiar akhirnya tujuan yang inginkan bisa terwujudkan.

Kepada SKR Putra mengatakan, “Sekarang saya memiliki total jamaah lebih kurang dari 2000 orang di seluruh indonesia, orang pertama dari sumbar dan termuda dalam sejarah Arminareka dengan incam selama 2 tahun 400 juta dan umbroh gratis serta mengumbrohkan orang tua, jatuh kepada saya,” ulasnya.

“Arminareka mempunyai solusi untuk memberangktan jamaah dengan modal utamanya adalah usaha dan doa, awalnya saya ragu bahkan takut ditipu tapi, karena kekuatan doa mengalahkan semuanya,”  imbuhnya.

Tak ada yang bisa menebak jalan hidup seseorang. Begitu juga dengan pengalaman hidup yang dilalui Tri Putra Yahdicalloh yang sebelumnya hanya seorang mahasiswa disalah satu PTS di Kota Padang, itu.

“Saat itu kondisi saya terpuruk, karena saya masih kuliah, di tengah keterpurukan itulah Tri Putra Yahdicalloh mampu bangkit kembali setelah bertobat Nasuha dan bertemu dengan program solusi Arminareka Perdana dari sebuah tabloid Wirausaha,” ulasnya, menceritakan awal ia mengenal Arminareka.

Dulunya, ia adalah salah seroang yang termasuk anti dengan bisnis jaringan, akhirnya jatuh cinta dengan menjalankan bisnis dan memfasilitasi banyak orang menuju Baitullah, lewat Arminareka.

Keyakinan dan semangat untuk merubah pandangan kehidupan beserta semangat ibadah pula, ia akhirnya menjadi salah satu orang termuda di Sumatera Barat peraih reward tahunan terbesar dengan pencapaian 2000  jamaah dengan penghasilan yang luar biasa, untuk seusianya.

“Alhamdulillah, melalui bisnis ini saya bisa menghasilkan 400 juta dalam jangka waktu yang pendek. Sudah bisa membayar dan mencicil utang saya. Yang membuat saya bahagia sekali bisa memberangkatkan umrah kedua orang tua,” ujarnya kepada SKR.

“Arminareka Perdana bukan hanya memberi solusi pada seseorang yang punya keinginan untuk pergi ke Tanah Suci, tapi juga memberi jawaban perubahan dalam hal materi. Saat ini saya rutin mengadakan seminar The Miracle of Baitullah. Mempunyai niat yang tulus pada orang itulah kunci berhasil, siap gagal tapi yakin suatu saat pasti berhasil. Kemudian ulet serta sikap rendah hati untuk selalu belajar pada orang - orang sukses,” ulasnya lagi.

Menurut Putera, dalam sebuah perjuangan, kerikil tajam tentu selalu mengiringi langkah kita. Memang tidak mudah untuk mengajak kebaikan, “qul al haq walau kana murron”  yang artinya; sampaikanlah kebenaran itu, walau sekalipun pahit.

Langkah awal yang dilakukannya adalah mempelajari sistem bisnis yang di presentasikan oleh leader sukses lalu mengadopsi cara kerja para leader peraih reward tahunan dan selajutnya memborong alat bantu pemasaran seperti brosur, majalah, DVD untuk disebar ke teman, tetangga, masjid, gedung perkantoran dan pusat keramaian. Selain itu, juga aktif door to door, yang penting terus berupaya karena bersyiar itu tidak mengenal tempat dan waktu.

“Orang yang gagal itu karena berhenti terlalu cepat,” tegasnya.

“Obsesi terdekat saya adalah menggerakan program umroh sedekah untuk semua golongan, terutama masyarakat yang memiliki niat untuk menuju Baitullah,” harapnya.

“Kita bergabung disini bukan muluk-muluk, tetapi melalui sebuah visi dan misi yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW: Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barang siapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu .(HR Muslim),” ucapnya.

Tujuan dirinya selalu bersemangat di Arminareka adalah; pertama mengajak masyarakat untuk ibadah ke Tanah Suci. Berangkat ibadah dengan Arminareka Perdana dimana bila berangkat dengan mengajak sekeluarga atau rombongan akan mendapat Diskon dan juga mendapat tambahan pahala.

Kedua, meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat. Menambah income keluarga dan mendapatkan biaya tambahan untuk keluarga dengan membantu orang lain untuk bisa berangkat ke tanah suci, khusus calon jama’ah yang tidak mampu dan membantu masjid, pesantren, yayasan anak yatim atau siapa saja yang akan anda niatkan untuk dibantu.

Ketiga, menjadi tambahan pahala anda dan rejeki  akan bertambah. Kemudian, keempat, Memberikan SOLUSI. Beribadah di tanah suci adalah dambaan setiap muslim, selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, juga merupakan tempat terbaik untuk beribadah dengan segala keutamaannya, maka dalam hal ini PT Arminareka Perdana mengajak masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah di tanah suci dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan, mulai dari kemudahan dalam membayar DP, dan juga kemudahan dalam cara pelunasannya.

PT Arminareka Perdana, juga memberikan program solusi berupa hak usaha kepada setiap calon jama’ahnya. Calon jama’ah diberi hak untuk mereferensikan keluarga, teman dan orang lain untuk bergabung menjadi calon jama’ah di PT Arminareka Perdana sehingga calon jama’ah tersebut memiliki sumber penghasilan tambahan. Tentunya, dengan menerapkan sikap saling membantu dan saling bekerjasama antar sesama calon jama’ah,Insya Allah semakin banyak yang bisa menunaikan ibadah di tanah suci.


Untuk mengetahui bagaimana Putera menjalankan bisnisnya di arminareka, pembaca SKR yang budiman, bisa menghubungi; Contac person Tri Putra Yahdicalloh di nomor (081363864642), atau datang langsung kealamatnya di Jalan Berok Rakik No.4 Siteba Padang.

Selasa, 24 November 2015

Prabowo Yakin 5 Tahun Mendatang Sumbar Jadi Teladan Bagi Indonesia


Prabowo Subianto bersama pasangan cagub Sumbar Irwan Prayitno dan Nasrul Abit di atas panggung saat menyampaikan orasi politik di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Ahad, (22/11)

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan, semakin tinggi jabatan yang diemban seseorang, maka semakin keras pula kerja dan perjuangannya untuk rakyat. Itu dilakukan agar rakyat yang dipimpinnya senang dan bisa tersenyum.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berorasi pada kampanye akbar pasangan calon gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Ahad, (22/11).
“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan, termasuk amanah memimpin Sumatera Barat. Saya yakin pasangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit akan mampu menjalankan amanah yang diberikan kepada untuk memimpin dan membangun Ranah Minang ini. Dan, saya juga yakin dalam lima tahun ke depan Sumbar akan menjadi teladan bagi Indonesia,” ujarnya.
Dihadapan puluhan ribu massa yang memadati lapangan Imam Bonjol tersebut, Prabowo mengatakan, berpolitik bukan untuk mencari kekuasaan dan memperkaya diri. Tetapi, berpolitik adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat.
Karena itu, lanjutnya, tugas seorang pemimpin adalah membuat orang kecil tersenyum gembira, membuat harga kebutuhan bahan pokok murah, pendidikan murah, dan berobat bisa terjangkau, pendidikan murah.
“Kalau orang kecil sudah tersenyum, pemimpin agak sedikit ringan kerjanya. Tetapi, sebelum itu tercapai, maka pemimpin harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

http://www.wartapayakumbuh.com/prabowo-yakin-5-tahun-mendatang-sumbar-jadi-teladan-bagi-indonesia/




Senin, 14 September 2015

“Aspal, Mobil dan Sinyal Handphone Seperti Barang Langka”

JORONG RUMBAI DI SIJUNJUNG
MASIH TERTINGGAL ATAU DITINGGALKAN
Oleh : Alhadi

Jorong Rumbai, terletak di nagari Sisawah Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, belum semua tersen­tuh oleh manisnya pembangunan. Beragam suka cita terpendam di daerah terisolir di Kabupaten Sijunjung. Bagi warga setempat, aspal, mobil dan sinyal handphone seperti barang langka yang tidak mungkin didapatkan. Akses ke kampung ini hanya jalan tanah, naik turun bukit, keluar masuk hutan. Untuk masuk ke daerah tersebut bisa dari Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII. Dengan waktu 4 Jam perja­lanan, berjalan menggunakan motor di tepi aliran Sungai Batang Sumpur untuk tiba di nagari Sisawah kemudian baru sampai di Jorong Rumbai.

Suasana Jorong Rumbai sekitar pukul 11.30 Wib, terasa sangat sepi.  Tidak ada yang berkeliaran di kampung itu. Di bagian utara, sebuah Mushalla tua yang dindingnya terbuat dari kayu, seperti menjadi kekuatan bagi warga untuk bertahan dalam rimba tersebut. Surau Muhtar Syiddin namanya, meski  sudah tua dan dimakan rayap, masyarakat kadang menjadikan tempat ibadah itu untuk bersosialisasi memupuk silaturrahim.

Warga Jorong Rumbai memang masyarakatnya, memiliki kekeluargaan yang baik, sopan santun terhadap tamu dan selalu memiliki muka yang cerah, walaupun jalan tanah yang kini menjadi jalan utama warga Jorong Rumbai, yang dibuka oleh Bupati Sijunjung beberapa tahun lalu, dan sampai sekarang kami belum bisa menikmati seperti apa rasa membawa kendaraan di atas aspal seperti daerah-daerah lain. Harapan besar kepada pemerintah, baik itu Daerah, Provinsi Maupun RI segera perbaiki jalan. Apalagi sekarang mulai masuk musim hujan, medan jalan sulit dilewati akibat lumpur.

Pada umumnya harga barang yang dijual dipasaran sangat mahal sekali dibandingkan harga yang semestinya, itu memang tidak bisa dipungkiri, karena permasalahan jarak tempuh dan waktu yang dihabiskan untuk mengantarkan bahan dan pangan ke daerah ini. Begitu juga halnya dengan Bensin dan Semen untuk bahan Rumah warga sangat mahal bahkan tidak terjangkau juga oleh pembeli, makanya, rumah warga di sini, banyak rumah kayu dan tidak seperti rumah mewah lannya. Semuanya berprofesi sebagai petani, kebun orang lain dan ada juga yang memiliki lahan peladangan, namun jumlahnya tak banyak dan juga tidak luas. Kalau yang punya ladang, hasilnya paling untuk hidup sehar-hari, itupun kalau hasil ladangnya baik.

Kecuali menjadi buruh ladang, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, ada juga penduduk setempat yang menjadi pemikat burung atau penangkap burung ke rimba. Burung hasil tangpakan itu kemudian  dijual kepada orang-orang  yang memeiliki hoby memelihara burung. Kalau siang, kampung ini seperti mati. Semua penghuni pergi bekerja, lokasinya ke dalam rimba dan jauh. Walaupun demikian harapan warga setempat belum putus, masih  memohon perhatian  agar pemerintah membangun jalan menuju Jorong Rumbai. Kalau tidak ada akses jalan, generasi di jorong Rumbai tidak menyentuh pendidikan hingga tamat SMA. Sebab, lokasi Sekolah sangat jauh dari jorong Rumbai.

Seperti kebutuhan jalan, warga jorong Rumbai juga mengahrapkan fasilitas air bersih. Mereka tidak peduli harus dari PDAM ataupun sulingan langsung dari mata air, yang pasti kebutuhan terhadap air bersih menjadi kebutuhan primer. Warga sekitar selama ini hanya  menggantungkan air minum dari  dari satu pincuran air yang aliran sangat kecil.

Dari segi pendidikan kurangnya perhatian peme­rintah setempat, SDM warga Jorong Rumbai hingga kini juga masih terbe­lakang. Anak-anak masih berjalan ka­ki ke sekolah, melewati Bukit dan Pendakian dan itu tidak mesti mereka lakukan. Menangis rasanya ketika mengingat, diwaktu anak-anak ha­rus pergi ke nagari Sisawah untuk mengikuti ujian na­sional dan kegiatan-kegiatan lainnya. Satu hari sebelum acara mereka sudah berangkat. menginap di tempat keluarga masing-masing. Setelah selesai UN dan kegiatan lain, barulah anak-anak kembali dengan berjalan kaki ke Jorong Rumbai tadi, karena mengingat ongkos ojek yang ma­hal. Memang selalu dihadapkan dengan se­jum­lah keterbatasan, namun siswa SD di jorong ini harus bersaing dengan sekolah lain di perkotaan dengan standar ujian nasional yang sama. Setamat SMP, mereka harus berse­kolah ke nagari lain karena belum ada SMA di kampungnya.

Karena sulitnya akses, dan sulitnya kehidupan banyak anak-anak putus sekolah dan kebanyakan pendidikan tertinggi itu SMP. Umumnya teman-teman bantu orang tua ke ladang. Untuk membantu kehidupan keluarganya. Kehidupan penduduk Jorong Rumbai masih jauh dari sejahtera. Mereka meng­gantungkan hidup pada hasil per­tanian. Pertanian mereka hanya cukup untuk menghidupkan makan sehari-hari saja.

Dari segi listrik memang sangat jauh sekali dengan apa yag diharapkan. Indonesia memang sudah 70 tahun merdeka, Jorong Rumbai belum tersentuh listrik. Untuk membuat laporan ke Dinas Pendidikan, para guru harus ke nagari Sisawah untuk memakai komputer dan rumah, anak-anak belajar pada siang hari. Apabila senja datang dan magrib hari mulai gelap, kemudian se­telah Shalat Isya dan mengaji, anak-anak akan tidur, begitulah kehidupan mereka sehari-hari.

Komunikasi dan Teknologi. Sudahlah tak ada listrik, warga Jorong Rumbai tak bisa menikmati handphone untuk sarana komunikasi. Bukan tidak mampu sama sekali untuk memiliki HP, namun sinyal HP yang tidak ada sama sekali. Kalau mene­lepon, harus ke Bukit dulu. HP hanya untuk dengar lagu di rumah dan hanya untuk pengantar tidur.

Akibat dari ketinggalan teknologi dan informasi kebanyakan anak-anak di kampung tidak bisa menikmati perkembangan dunia luar. Masalah jaringan ini penting. Kita butuh orang pusat yang memahami permasalahan di jorong dan sekolah. Padahal, sekolah katanya sudah harus menggunakan sistem online. Namun untuk komunikasi antar kecamatan begitu susah, kecuali harus turun langsung atau pergi ke Bukit dulu. 
Jorong yang ada di pelosok sudah berupaya ingin maju, kenapa dari pihak pemerintah tidak punya keinginan? Memang tidak efisien pada zaman modern ini laporan harus manual atau dalam bentuk fisik. Kalau memang ada kebijakan menggunakan IT, kita yakin proses akan berjalan dengan lancar dan kita tidak akan ketinggalan seperti sebelumnya.

Andaikan bukan sekarang tetapi untuk generasi yang akan datang sangat membutuhkan Ilmu Teknologi Informasi ini, dengan tujuan supaya tampil lebih maju dan lebih bermanfaat bagi warga, terpenting sekali adalah bagaimana pemerintahan nagari,  kecamatan, kabupaten, provinsi, atau tingkat nasional itu bisa mensupport bagi jorong-jorong yang hari ini jelas berhadapan dengan segala kekurangan mereka untuk keluar dari keterbatasan.

Jumat, 04 September 2015

Alek Gadang, Pilkada Serentak Sumatera Barat

Padang, 04 September 2015. Sumatera Barat menggelar Alek G.adang Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh kedudukan  dan keinginan yang sama untuk memperoleh kemenangan dan mendapatkan jabatan, yakni tempat menyampaikan aspirasi dan keluhan oleh rakyak banyak. Pada dasarnya pemimpin di sebuah instansi pemerintahan itu adalah penyambung lidah dan sambungan tangan oleh masyarakat yang nantinya akan menampung keluh kesah dan aspirasi masyarakat dan rakyat yang banyak. Oleh karena itu masyarakat harus bisa menentukan pilihan siapa pemimpin yang benar-benar mampu dan bisa berbuat serta peduli dan propesional mereka dalam memimpin demi memperjuangkan hak mereka. 
Kita sebagai pemilih harus tau apakah orang yang akan kita pilih memiliki ketokohan dan figur yang sesuai dengan karakter pemimpin tersebut ataukah belum memiliki sama sekali, baik dari segi keilmuan, pengalaman, takah, tokoh, takeh serta patuik jo mungkin dalam berinteraksi dengan masyarakat. Tidak mungkinkan kita memilih calon pemimpin kita seseorang pemabuk, tentu kita harus lihat juga dari segi relegius mereka. 
Kemudian yang tak kala penting  kita harus juga melihat dulu apa tujuan mereka untuk mencalonkan diri untuk menjadi seorang pemimpin, apakah mereka hanya untuk sekedar ikut untuk memenuhi kuoata dalam sebuah partai, atau untuk menambah suara teman dalam pemilihan tersebut, itu semua sudah jelas bukan karena hati kita, hendaknya seorang yang akan memimpin itu harus dari hati nurani  yang paling dalam untuk membawa perubahan dan kesejahteraan kita bersama nanti. 
Hal itu harus sekali diperhatiakn bagi kita pemilih pemula dalam pemilihan nantinya. Ini semua akan berakibat untuk perubahan kita untuk lima tahun kedepan. 
Fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat adanya money politic , karena itu timbul tanda tanya besar. Mungkinkah dengan uang yang dikasih seseorang sekitar lima puluh ribu daja akan menjamin kemajuan negeri kita untuk lima tahun kedepan, tentu tidak bisa. Namun yang menjamin untuk kesejahteraan kita itu adalah orang yang benar-benar berkeinginan dari hati, mempunyai jiwa kepedulian dan prosional dalam kepemimpinannya.
Pada masa sekarang ini mencari seorang pemimpin yang tepat memang tidak gampang. Hal tersebut disebabkan kebanyakan suplay tenaga profesional yang tersedia cenderung kurang siap untuk menjadi pemimpin yang matang. 
Kebanyakan para profesional kita, kalaupun punya pendidikan sangat tinggi sayangnya tidak didukung oleh pengalaman yang cukup. Atau banyak pengalaman namun kurang didukung oleh pendidikan dan wawasan yang luas.
Ketimpangan-ketimpangan tersebut bagi seorang pemimpin perusahaan / organisasi memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap keharmonisan dan kinerja dari perusahaan / organisasi.
Banyak pemimpin instant hasil kolusi dan nepotisme di perusahaan-perusahaan Indonesia yang sangat minim kesiapan namun tetap saja dipakai demi kepentingan politik perusahaan.
Akibatnya, seperti banyak terlihat di negara ini, banyak pemimpin yang malah membawa perusahaannya ke arah keruntuhan dan kebangkrutan dengan menelan banyak korban material bahkan jiwa. 
Meskipun demikian, tetap saja mereka memperkaya diri (tanpa merasa bersalah) dengan aset-aset perusahaan bahkan pinjaman bank yang seharusnya dipakai untuk menyehatkan perusahaan.
Fenomena apakah yang terjadi atas para pemimpin atau pun profesional kita? Apa yang kurang atau belum dimiliki oleh para pemimpin perusahaan atau pun organisasi kita sekarang ini? Apa rahasia keberhasilan para pemimpin yang sukses dalam arti sebenarnya? 
Ada kalimat yang sangat menarik yang dikemukakan oleh Patricia Patton, seorang konsultan profesional sekaligus penulis buku, sebagai berikut: It took a heart, soul and brains to lead a people…..
Dari kalimat tersebut di atas terlihat dengan jelas bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki perasaan, keutuhan jiwa dan kemampuan intelektual. Dengan perkataan lain, “modal” yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tidak hanya intektualitas semata, namun harus didukung oleh kecerdasan emosional (emotional intelligence), komitmen pribadi dan integritas yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan. Seringkali kegagalan dialami karena secara emosional seorang pemimpin tidak mau atau tidak dapat memahami dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga keputusan yang diambil bukanlah a heartfelt decision, yang mempertimbangkan martabat manusia dan menguntungkan perusahaan, melainkan cenderung egois, self-centered yang berorientasi pada kepentingan pribadi dan kelompok / golongannya sehingga akibatnya adalah seperti yang dialami oleh kebanyakan perusahaan di Indonesia yang high profile but low profit !
Ketika kita memahami pemimpin yang memiliki sifat kepedulian dan profesional yang tinggi dalam bertindak, kita rujuk lagi dalam pendapat Patricia Patton sekali lagi mengemukakan pendapatnya bahwa di masa kini perusahaan tidak hanya membutuhkan pemimpin yang punya kapasitas intelektual. Sebab, yang membuat sukses perusahaan atau organisasi adalah pemimpin yang bisa mendapatkan komitmen dari karyawan, konsumen serta manajemennya. Pemimpin seperti itu adalah mereka yang memahami karyawannya sepenuh hati dan sanggup memacu  karyawannya memenuhi persaingan global.  Singkatnya, pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektual dan emosional.
Daniel Goleman, ahli di bidang EQ, melakukan penelitian tentang tipe-tipe kepemimpinan dan  menemukan ada 6 (enam) tipe kepemimpinan. Penelitian itu membuktikan pengaruh dari masing-masing tipe terhadap iklim kerja perusahaan, kelompok, divisi serta prestasi keuangan perusahaan. Namun hasil penelitian itu juga menunjukkan, hasil kepemimpinan yang terbaik tidak dihasilkan dari satu macam tipe. Yang paling baik justru jika seorang pemimpin  dapat mengkombinasikan beberapa tipe tersebut secara fleksibel dalam suatu waktu tertentu dan yang sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan.
Memang, hanya sedikit jumlah pemimpin yang memiliki enam tipe tersebut dalam diri mereka. Pada umumnya hanya memiliki 2 (dua) atau beberapa saja. Penelitian yang dilakukan terhadap para pemimpin tersebut juga menghasilkan data, bahwa pemimpin yang paling berprestasi ternyata menilai diri mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah dari yang sebenarnya. Pada umumnya mereka menilai bahwa dirinya hanya memiliki satu atau dua kemampuan kecerdasan emosional. Namun yang paling ironi adalah pemimpin yang payah justru menilai diri mereka secara “lebih” berlebihan dengan menganggap bahwa mereka punya 4 (empat) atau lebih kemampuan kecerdasan emosional.
Oleh karena itu, bagi anda yang akan menjadi pemimpin atau minimal memiliki bawahan cobalah untuk mempelajari seperti apa tipe kepemimpinan anda. Selain itu cobalah untuk membuka diri untuk mau mempelajari tipe-tipe kepemimpinan yang lain. Namun sebelum itu,  Anda harus terlebih dahulu memahami kelebihan dan kekurangan anda sehubungan dengan gaya atau tipe kepemimpinan yang akan anda terapkan.
Jangan menyombongkan diri dahulu bahwa Anda seorang pemimpin yang baik. Bukalah mata hati anda lebar-lebar untuk mendengarkan ide, saran, keluhan atau pun pujian dari karyawan, konsumen dan pihak manajemen, sehingga apapun keputusan yang akan anda ambil dapat dipahami oleh semua pihak dan bersifat obyektif. Lakukan juga penilaian terhadap kinerja anda sendiri, apakah penilaian terhadap diri Anda itu benar-benar obyektif.
Kemudian kalau kita lihat seorang pemimpin yang memiliki kepedulian dan propesional yang tinggi itu mereka benar-benar orang-orang yang ingin sekali untuk membawa perubahan dan kesejahteraan terhadap rakyatnya. Semua itu dapat kita lihat ciri-ciri pemimpim tersebut dalam buku "Berbisnis Sukses dengan Allah” karangan Kang Yopi Hendra. Hal. 82 – 92 menjelaskan bahwa : 
Apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin?
1.    Berpikirlah tentang visi masa depan. Visi yang terus dibayangkan akan menuntun langkah sehingga kita tidak kehilangan arah.
2.    Luangkanlah waktu untuk merenung dan berpikir.
3.    Seorang pemimpin harus menetapkan target yang akan dicapai pada awal kepemimpinannya.
4.    Pemimpin harus terus melakukan perbaikan, baik terhadap diri maupun organisasinya.
5.    Pemimpin memerlukan kritik dan masukan dari orang lain.
6.    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mensinergikan potensi bawahannya sehingga melahirkan sebuah tim yang solid.
Sifat Pemimpin.
1.    Percaya diri.
2.    Pemimpin adalah orang yang bijaksana, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kepribadian yang matang.
3.    Seorang pemimpin harus memiliki kesabaran.
4.    Pemimpin adalah orang yang ramah.
5.    Seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk menyampaikan maksud dan visinya dengan jelas.
6.    Seorang pemimpin harus memiliki ketegasan dalam bertindak dan memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-citanya.
7.    Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki daya imajinasi tinggi
8.    Seorang pemimpin mencintai setiap orang, terutama bawahannya.
9.    Seorang pemimpin memiliki kepekaan.
10. Seorang pemimpin adalah orang yang banyak berinisiatif daripada bereaksi terhadap kejadian.
11. Selalu mencocokkan kata-kata dengan perbuatannya.
12. Memimpin dengan memberikan suri tauladan.
13. Pemimpin memiliki empati.
14. Pemimpin memiliki keputusan yang mantap.
15. Seorang pemimpin memiliki selera humor.
16. Memiliki rasa keadilan dan kejujuran.
Syarat Jadi Pemimpin.
1.    Seorang pemimpin harus dapat mencintai orang lain.
2.    Seorang pemimpin harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain.
3.    Terpercaya adalah sifat wajib seorang pemimpin.
4.    Seorang pemimpin yang memiliki kecakapan manajemen akan lebih mudah dalam menjalankan organisasinya.
5.    Seorang pemimpin harus memiliki keahlian yang memadai di salah satu bidang.
6.    Pemimpin harus pandai berhubungan dengan bawahan.
7.    Seorang pemimpin harus ahli dalam berhubungan dengan sesame.
8.    Seorang pemimpin harus yakin dengan prinsipnya, memiliki misi, dan target yang jelas
9.    Seorang pemimpin mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif.
10.  Seorang pemimpin memiliki kemampuan memotivasi dirinya sendiri.
11.  Pemimpin yang berani berbuat melebihi tanggung jawab.
Tips Praktis dalam Memimpin.
1.    Gantilah kalimat perintah dengan kalimat bertanya.
2.    Jangan memarahi karyawan di tempat ramai.
3.    Dengarkanlah usulan dari bawahan.
4.    Penuhilah semua janji.
5.    Memberitahukan kesalahan bawahan dengan efektif.
Penyebab Kegagalan Pemimpin.
Kurang perhatian kepada hal-hal kecil.
1.    Ingin selalu sempurna.
2.    Takut disaingi oleh orang lain.
3.    Kurang kreatif.
4.    Terlalu membanggakan diri.
5.    Tidak setia kepada organisasi dan bawahan.
6.    Terlalu membanggakan jabatannya.
7.    Terjebak dengan klenik.
Coaching (Mendidik Bawahannya).
1.      Mulailah dengan penghargaan yang jujur.
2.      Bicarakanlah sisi kekurangan kita terlebih dahulu.
3.      Doronglah bawahan kita untuk memperbaiki diri dan perlihatkan bahwa kesalahan itu bisa diperbaiki dan diatasi.
Rasanya sudah pantas sekali kalau kita memiih seorang calon pemimpin yang memiliki kriteria-kriteria tersebut, dan kita tidak akan salah lagi dalam memilih calon pemimpin kita, karena kita sudah memiliki patokan yang jelas sesuai dengan misi dan visinya masing-masing.
Rasa curiga yang ada pada kita selama ini tidak akan ada lagi, sebab kalau kita masih ada rasa curiga dan salah maka akan timbul suatu kesalahan yang sangat besar nantinya, dan berakibatkan perubahan untuk 5 tahun yang kita impikan itu tidak akan terwujud.
Apalagi kita berada di wilayah minangkabau, itu harus dipertimbangkan sekali dalam memilih orang yang kita dahulukan salangkah dan kito tinggikan saranting. Karena di minag itu adat basandi syarak syrak basandikan kitabullah. Seorang pemimpin harus bisa menilai dan mebandingkan antara adat dan syarak, harus bisa memilah-milah, mana yang kepentingan agama dan mana pula kepentingan adat yang berlaku dalam masyarakat. Kalau kita lihat dalam pandangan relegiusnya, tidak boleh memanfaatkan agama untuk sebuah kepentingan.
Sebagai pemimpin masyarakat adat Minangkabau sebagian besar berada di propinsi Sumatera Barat kini, sedang menghadapi perubahan besar, sebagai akibat dari proses globalisasi dan dunia informasi. Minangkabau sejak dahulu hingga sekarang, tatanan kehidupan masyarakatnya sangat ideal karena didasari nilai-nilai, norma-norma adat dan agama Islam yang menyeluruh, dalam satu ungkapan adat berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. 
Adat dan syarak di Minangkabau merupakan benteng kehidupan dunia akhirat yang disebutkan dalam petatah adat “kesudahan adat ka balairung, kasudahan syarak ka akhirat.” Mamangan ini menyiratkan teguhnya benteng orang Minangkabau yang terkandung di dalam adat dan kokohnya perisai Islam yang di pagar oleh syarak.
Fenomena sekarang terlihat norma lama yang luhur mulai agak memudar, sementara tatanan baru belum pula terbentuk. Nilai-nilai kehidupan pada mulanya bersifat kebersamaan di masa sekarang agak cendrung bersifat individual. Nilai-nilai kehidupan selama ini tumbuh di nagari, sekarang kecendrungan masyarakat lebih suka hidup di perkotaan.
Pada masa doeloe norma kehidupan berpegang kepada budi dan rasa malu, sekarang cenderung mulai meninggalkan sifat tenggang rasa, dan fenomena seperti itu sering menjadikan adat Minangkabau yang mempunyai banyak sekali nilai-nilai ideal itu, mulai jadi bahan cercaan.
Nilai-nilai universal dalam masyarakat Minangkabau berkaitan dengan nilai-nilai adat dan syarak dapat dikategorikan ke dalam 6 kelompok, yaitu: (1) nilai-nilai ketuhanan, (2) nilai-nilai kemanusiaan, (3) nilai-nilai persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah / kesatuan dan persatuan, (4) nilai musyawarah dan demokrasi, (5) raso pareso / akhlak / budi pekerti, (6) gotong royong / sosial kemasyarakatan.
Keenam nilai-nilai tersebut sangat dipahami oleh para ninik mamak pemangku adat Minangkabau dan menjadi prilakunya sehari-hari, karena ninik mamak adalah suri teladan bagi anak kemenakannya.
Fenomena terjadi akhir-akhir ini sosok ninik mamak kurang dihargai oleh kemanakannya. Anak kemenakan seolah-olah tidak ambil pusing lagi dengan ninik mamaknya. Terkadang perkataan ninik mamak sering tidak diacuhkan oleh kemanakannya. Bahkan kehadiran ninik mamak di tengah-tengah anak kemanakannya seolah-olah tidak diperlukan lagi.
Untuk memulihkan ini semua tentu kita sudah tentu jawabannya masing-masing, agar negeri kita minang ini bisa kembali normal dan terhindar dari kecurigaan-kecurigaan yang tidak baik ini, salah satu bentuk kepedulian kita adalah memilih pemimpin yang benar-benar tepat dan pemimpin yang benar-benar mampu untuk kita jadikan panutan ke masa depan.
Kapan lagi melakukan perubahan negeri ini, kalau bukan dari sekarang, dan siapa lagi kalau bukan kita semua. Dengan tujuan itulah akan terwujudnya semua impian kita untuk perobahan 5 tahun kedepan.
Calon-calon pemimpin yang memiliki jiwa dan krakter yang dijelaskan di ataslah yang bisa “tetapi janji, lakukan sesuatu menurut patut dan pantas “

Populer

Menjadi Pemimpin Itu MELAYANI bukan untuk mencari Kekuasaan dan Popularitas

Sorang pemimpin yang memiliki misi melayani biasanya memiliki konsep, pemikiran dan solusi untuk memberikan sebuah pelayanan yang profes...